Kolaborasi LSP Universitas Andalas dengan DISPAREKRAF Kota Padang,LSP P3 Wisata Hasanah Indonesia, dan Prodi S2 Kajian Budaya UNAND Sukses Selenggarakan Pelatihan, Pembekalan, dan Sertifikasi Pemandu Wisata dan Pemimpin Perjalanan Wisata

Foto Bersama

Tutup tahun 2025 dengan sertifikasi kepemanduan wisata, LSP Universitas Andalas berkolaborasi dengan DISPAREKRAF kota Padang, LSP P3 Wisata Hasanah Indonesia, dan Prodi S2 Kajian Budaya UNAND. Kolaborasi ini luluskan 19 orang pemandu wisata dan 10 orang pemimpin perjalanan wisata.  Kesuksesan ini merupakan wujud keseriusan LSP UNAND dalam melakukan kerja sama dengan berbagai instansi untuk memperluas jejaring dan pengaruh.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan, Pembekalan, dan Sertifikasi Pemandu Wisata dan Pemimpin Perjalanan Wisata” dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa tanggal 22 dan 23 Desember 2025 bertempat di Gedung Tahir Fakultas Hukum UNAND. Rangkaian kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kegiatan dengan peran masing-masing instansi dalam menyukseskannya. LSP UNAND menyediakan 2 orang Asesor yang akan menguji para peserta dan menjalin kerjasama dengan LSP P3 Wisata Hasanah Indonesia sebagai lembaga yang akan mengurus proses sertifikasi. LSP UNAND juga menjadi panitia dalam kegiatan sertifikasi ini. Sementara itu, Prodi S2 Kajian Budaya Universitas Andalas menyelanggarakan pelatihan kepada calon peserta sertifikasi agar para calon Asesi itu memiliki kesiapan mengikuti sertifikasi. Pelatihan yang dikelola oleh Prodi S2 Kajian Budaya itu dilaksanakan pada tanggal 22 desember 2025 dengan menghadirkan narasumber professional dari Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Padang, Abdiani Khairat Nadra, S. St. Par., M. Par.

Foto Bersama

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Padang berbeperan dalam pembiayaan kegiatan dan memfasilitasi peserta agar mereka dapat mengikuti kegiatan ini. Seletah dilaksanakan pelatihan dan pembekalan pada tanggal 22 Desember 2025, kegiatan dilanjutkan pada hari Selasa 23 Desember 2025. Pada tanggal 23 ini dilaksanakan uji kompetensi, sebanyak 29 peserta mengikuti uji kompetensi ini. Uji Kompetensi kepada para peserta yang merupakan praktisi paiwisata itu dilakukan Oleh LSP P3 Wisata Hasanah Indonesia yang menghadirkan satu orang asesor yaitu Drs. H. Syahlan Toro, M. Si. Selaian Drs. H. Syahlan Toro, M. Si. LSP P3 Wisata Hasanah Indonesia juga meminjam 2 orang Asesor LSP UNAND untuk menguji para Asesi. Dengan demikian ada 3 oarang Asesor yang menguji 29 orang Asesi.

Rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar dan professional. Ketua LSP Universitas Andalas Dr. Drs. Hasanuddin, M. Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa “Ini adalah uji komptensi yang melibatkan banyak pihak. LSP Universitas Andalas sebagai lembaga sertifikasi tentunya tidak bisa menyelenggarakan pelatihan. Oleh sebab itu, pelatihan kemarin disleanggarakan oleh S2 Kajian Budaya. S2 Kajian Buaya UNAND menyelenggarakan pelatihan ini karena memang salah satu fokus studi mereka adalah pariwisata” ucapnya. Dari penyampaian Dr. Hasanuddin itu terlihat bahwa kegiatan ini memang digarap secara professional sesuai kapasitas masing-masing lembaga yang terlibat. “Sebagai LSP P1, LSP UNAND tidak bisa melakukan sertifikasi kepada para praktisi, LSP P1 itu melakukan sertifikasi kepada peserta didik. Maka dari itu, yang akan melakukan sertifikasi kepada saudara sekalian adalah LSP P3 Wisata Hasanah Indonesia yang berpusat di Tangerang. Berkas peserta akan dibawa langsung ke Jakarta Pada hari ini setelah seluruh proses ujian selesai” tegasnya.

Para peserta yang mendaftar merupakan para praktisi pariwisata di kota Padang. Di antara para peserta ada yang berasal dari POKDARWIS, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, dan beberapa kelompok pariwisata lainnya. Dengan demikian yang disertifikasi adalah para praktisi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam praktik pariwisata di kota Padang. Peningkatan pelayanan wisatawan di kota Padang memang perlu dikalukan, hal itu sejalan dengan yang disampaikan nararasumber dalam kegiatan pelatihan pemandu dan pemimpin perjalanan wisata ini. Abdiani mengatakan bahwa “Padang tidak kekurangan objek wisata, secara gastronomi Minangkabau terkenal dengan kelezatan kulinernya. Namun para wisatawan yang datang ke Padang tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan, itu yang membuat mereka enggan kembali ke Padang”. Diharapkan dengan adanya sertifikasi terhadap para pelaku wisata akan memberikan dampak domino dalam peningkatan hospitality dalam dunia pariwisata kota Padang.

Dalam dunia kepemanduan wisata, para pelaku memang harus memiliki bekal dalam menjalankan pekerjaannya sebagai pekerja dalam dunia wisata. Hal itulah yang mendasari mengapa kolaborasi beberapa instansi ini dilakukan dan menyelanggarakan sertifikasi. Dengan lebih banyaknya pelaku wisata yang memiliki sertifikasi, bukan tidak mungkin pariwisata di kota Padang akan terus tumbuh lebih baik. Hal itu juga disampaikan oleh Tri Pria Anugerah S. Stp., M. M. sekalu Ahli Muda Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Disparekraf Kota Padang. Ia menyampaikan bahwa dampak bencana kota Padang juga berdampak pada pariwisata kota Padang. Kita harus bangkit dan tumbuh, dengan adanya sertifikasi ini diharapkan akan semakin banyak pelaku wisata yang memiliki sertifikasi dan meningkatkan pariwisata kota Padang” ucapnya dalam pembukaan pelatihan pada 22 Desember 2025.


Kegiatan ini ditutup pada tanggal 23 Desember 2025 oleh tim Asesor dengan membacakan rekomendasi hasil assessment. Dalam rekomendasi itu, 29 dari 29 peserta dinyakatakn kompeten. Para peserta yang telah dinyatakan kompeten diharapkan dapat menjalankan pekerjaannya sesuai dengan unit-unit kompetensi yang sudah dikuasainya.

Universitas Andalas, 23 Desember 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *